Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Terjebak

            Kesalahan pertama yang dilakukan akan berbuntut panjang pada kesalahan-kesalahan berikutnya. Salahku, membiarkan diriku larut dalam mengagumimu. Tak melawan saat candu-candu itu mulai membentuk rasa yang terlalu pekat. Dan bodohnya, aku baru menyadari bahwa semuanya terlambat. Aku telah meracuni diri sendiri. Saat ini, aku hanya perlu menunggu waktu untuk benar-benar mati.             Ratapan penyesalan kini tak berarti. Sesekali aku berharap akan datangnya sebuah penawar dari racun yang ku teguk sendiri. Memahami fakta bahwa rasa kadangkala menjadi bumerang untuk pemiliknya. Karena tak semua perasaan itu berbalas. Tak semua yang indah bisa kita raih. Tak semua yang indah itu baik. Dan kenyataannya, yang ku pikir indah adalah asal dari racun yang terus menyakitiku.             Seharusnya aku tahu. Ada batasan...

ALTAR GREEN

-prolog ***             Karena kehidupan itu layaknya sebuah teka-teki. Kau boleh saja memecahkannya lalu muncul sebagai pemenang. Atau pilihan lainnya, kau boleh saja berdiam diri, membiarkan orang lain menyelesaikan teka-teki itu dan mengambil keuntungan dari sana. Sekarang tentukan pilihanmu, kau ingin menjadi yang mana. Menurutku, 1 hal yang perlu kau tanamkan dalam dirimu, Percayalah kau mampu!             Namaku Ivette. Aku tidak pernah menyesal menjalani setiap detik kehidupanku di tempat ini. Meskipun aku tahu aku terlahir sebagai sosok yang istimewa —seperti yang selalu mereka katakan, se-istimewa hujan di mata kelompokku. Tidak ada niatan untuk meninggalkan tempat ini.             Kami —aku dan kelompokku— tinggal di sebuah pedalaman hutan yang jarang dikunjungi oleh orang luar. Altar Green— begitu ...