Kesalahan pertama yang dilakukan akan berbuntut panjang pada kesalahan-kesalahan berikutnya. Salahku, membiarkan diriku larut dalam mengagumimu. Tak melawan saat candu-candu itu mulai membentuk rasa yang terlalu pekat. Dan bodohnya, aku baru menyadari bahwa semuanya terlambat. Aku telah meracuni diri sendiri. Saat ini, aku hanya perlu menunggu waktu untuk benar-benar mati. Ratapan penyesalan kini tak berarti. Sesekali aku berharap akan datangnya sebuah penawar dari racun yang ku teguk sendiri. Memahami fakta bahwa rasa kadangkala menjadi bumerang untuk pemiliknya. Karena tak semua perasaan itu berbalas. Tak semua yang indah bisa kita raih. Tak semua yang indah itu baik. Dan kenyataannya, yang ku pikir indah adalah asal dari racun yang terus menyakitiku. Seharusnya aku tahu. Ada batasan...